in

Trading Forex di Masa Pandemi Covid-19

Pair Dalam Trading Forex

Di masa pandemi ini, banyak sekali orang yang melakukan beragan bentuk investasi jarak jauh yang tetap aman seperti contohnya trading forex dimana Anda akan memperjual belikan mata uang asing dalam bentuk pair tertentu yang nantinya akan mendapatkan untung di masa depan. Di masa pandemi Covid-19 ini, tentu saja ada dampak dan pengaruh terhadap forex yang perlu Anda ketahui khususnya dalam pair tertentu yang selalu populer di mata dunia.

Pair Dalam Trading Forex
Pair Dalam Trading Forex

Kondisi Pair Dalam Trading Forex di Masa Pandemi Covid-19

Dari kegiatan trading forex yang sering dilakukan oleh masyarakat, pair yang paling terkenal dan populer untuk diperdagangkan adalah pasangan mata uang EUR/USD. Pada bulan Juni ini, pair tersebut bisa mengalami peningkatan aktivitas perdagangan melebihi puncak tertinggi yaitu sekitar 1.1425 dan ini adalah yang paling tinggi terhitung sejak Juni tahun ini. Tentu saja para investor pun mulai lebih semangat dalam kegiatan forex ini sejak adanya vaksin Corona yang berasal dari Moderna.

Akan tetapi, dana Uni Eropa dan juga kasus pandemi Covid-19 ini masih mengalami ketidakpastian dan ini tetap berlangsung hingga kini. Moderna menggunakan istilah “respon imun yang kuat” untuk mendeskripsikan adanya kemajuan di dalam proses pengembangan vaksin untik Covid-19 ini dan bisa mengangkat saham sekaligus memberikan beban pada mata uang Amerika Serikat yaitu dolar yang safe-haven. Ini artinya, kenaikan pair EUR/USD menuju resistance yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya.

baca juga  Memahami Apa Itu Forex Broker untuk Trading lebih Baik

Beberapa saham pun telah terbagi dengan rata diantara adanya janji tentang solusi yang tepat dan cepat untuk penanganan Covid-19 menggunakan fakta yang menyedihkan dan ditemukan di sebagian negara bagian Amerika Serikat. California adalah contohnya dimana mereka menggunakan sistem “sweeping” lockdown dimana kasus Covid-19 disana telah menyentuh rekor yang tinggi. Hal yang sama pun juga terjadi di negara bagian Texas dimana mereka hanya mencoba untuk mengambil tindakan yang minor dengan kenaikan Covid-19.

Amerika Serikat merupakan salah satu negara dengan tingkat kasus Covid-19 tertinggi di dunia dimana jumlah infeksi total pasien yang menderita virus Corona ini bahkan sudah melebihi dari 3.6 juta orang dan juga kematian di Amerika Serikat juga merupakan salah satu yang tertinggi yaitu sekitar 136.000 orang dan ini menyebabkan angka mortalitas atau kematian pun menjadi meningkat dan negara pun mengalami kesulitan akibat Covid-19 yang tak kunjung mereda di negara tersebut.

baca juga  Sikap ECB Membawa Pair EUR/USD Naik di Dalam Trading Forex

Namun data perekonomian di Amerika Serikat baru-baru ini justru sangat memuaskan dimana nilai dari Core Consumer Price Index mengalami peningkatan sekitar 1.2% bulan Juni yang lalu dan ini melebihi dari apa yang diperkirakan. Sementara itu beralih dari Amerika Serikat menuju benua Eropa dimana pandemi Covid-19 masih tetap dapat dikontrol dengan baik walaupun di beberapa tempat yang lokal, terjadi lonjakan kasus. Kini fokus pun sedang dipusatkan pada adanya debat diantara para anggota yang tergabung dalam Uni Eropa.

Debat ini mengenai adanya dana pemulihan pasca Covid-19 yang telah diusulkan. Angela Markel yang merupakan Kanselir Jerman sangat menyambut Pedro Sanchez sebagai Perdana Menteri Spanyol dan mengatakan bahwa dirinya mau melakukan kompromi untuk memperoleh persetujuan tepat pada waktu yang diinginkan. Di hari Kamis, European Central Bank akan saling bertemu dan ada kemungkinan jika mereka akan tetap kokoh mempertahankan kebijakan yang tidak berubah untuk sementara.

baca juga  Belajar Manajemen Resiko Untuk Meraih Kesuksesan Dalam Trading Forex

Dimana ini akan mendesak pemimpin-pemimpin Eropa untuk dapat segera setuju dengan adanya dana pemulihan tersebut. Pasaran pun sudah menggusur adanya perkembangan yang paling baru antara Cina dengan AS yang sudah menerapkan sanksi lebih jauh lagi pada Cina termasuk adanya penghapusan status perdagangan khusus atas negara Hongkong. Cina pun juga berjanji segera membalas. Saham Asia mengalami penurunan seiring dengan ketegangan antara Cina dengan AS yang mengalami peningkatan atau kenaikan.

Sementara itu peningkatan lebih lanjut pun akan dihadapkan dengan resistance yang paling dekat yaitu sekitar 1.1460 yang dimana jika mampu dilewati, maka nilainya pun akan berlanjut pada 1.1495 dan masih akan berlanjut lagi sampai dengan 1.1530. Sementara itu penurunan akan dihadapkan dengan support dan nilai yang paling dekat adalah 1.1410 dimana jika berhasil dilampaui, maka nilainya pun akan berlanjut pada 1.1380 dan kemudian akan lanjut lagi pada 1.1345. Trading forex di masa pandemi Covid-19 memang perlu dilakukan dengan hati-hati sembari memantau kondisi negara pair yang dipilih.

Written by Andre Herlambang

Seorang pemerhati bisnis yang sangat mengidolakan bill gates, saat ini masih belajar merintis bisnis, baik bisnis online maupun bisnis offline. Sangat tertarik dengan trading saham, dan Selalu membaca berita seputar Bursa Efek Indonesia setiap pagi...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

menyalurkan bakat menjadi bisnis

Kisah Inspiratif Menyalurkan Bakat Menjadi Bisnis Skala Dunia

cara membuat video viral

Cara Membuat Video Viral: Tips Bagi Calon Vlogger Sukses