in

Persaingan di Industri Jasa Pembayaran Semakin Panas: Part 2

Pada artikel sebelumnya dibahas bagaimana para pelaku di industri jasa pembayaran bersaing semakin ketat untuk menarik perhatian konsumen, yakni para merchant di online marketplace. Nah, begitu berhasil menarik perhatian konsumen, lalu apa? Tentunya, konsumen menginginkan kenyamanan, kemudahan fitur, dan kemudahan untuk diakses. Salah satu strategi yang saat ini populer digunakan oleh perusahaa jasa pembayaran adalah menggabungkan pembayaran dengan elemen sosial dan komunitas. Inilah yang disebut platform play.

Industri Jasa Pembayaran: Contoh Platform

Versi Facebook

Salah satu platform terbesar di dunia saat ini, Facebook, telah melakukan hal ini melalui pendekatan multi-sisi. Pertama, Facebook menawarkan sebuah solusi pembayaran bernama Facebook Pay. Kedua, Facebook juga memiliki tiga platform besar yang dioptimasi untuk mempermudah menemukan dan komunikasi pengguna di Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Selanjutnya, perusahaan ini juga sedang menciptakan suatu tempat atau ruang di mana pengguna bisa berintegrasi dengan merchant dan menyelesaikan pembelian.

industri jasa pembayaran 2

Platform ketiga ini dipadukan dengan Facebook Shop yang diluncurkan baru-baru ini. Fitur ini diperuntukkan untuk merchant. Demikian juga dengan Instagram Shop yang merupakan perluasan fitur di Instagram.  Menurut sebuah riset terbaru, 84% orang yang berbelanja meninjau terlebih dahulu setidaknya satu situs media sosial sebelum melakukan pembelian secara online. Jadi, gerakan Facebook di bidang e-commerce sebenarnya bukanlah sesuatu yang mengherankan.

baca juga  Syarat Mendirikan PT Mudah dan Praktis bersama Jasa Pendirian PT
Versi Shopify

Platform lain seperti Shopify juga menawarkan konsep yang hampir sama. Shopify merupakan platform yang disukai banyak merchant. Shopify bekerja sama dengan Facebook untuk memfasilitasi peluncuran Facebook Shop. Perusahaan ini juga memperkenalkan Shopify Mail, sebagai alternatif pengganti Mailchimp, untuk mengelola komunikasi. Selain itu, ada Shopify Pay untuk mempermudah pembayaran, dan terakhir, ada kerja sama dengan Affirm untuk meluncurkan program pembayaran bebas-bunga dan bebas-komisi.

Namun, menurut sejumlah review, tawaran terbaik adri Shopify adalah Shop app, sebuah aplikasi pengguna yang menjelma dari fitur penelusuran pesanan menjadi sebuah aplikasi belanja terintegrasi. Aplikasi ini menawarkan fitur pencarian yang memungkinkan konsumen mencari semua toko yang menggunakan Shopify dan menayangkan bisnis lokal serta brand-brand favorit terdekat. Aplikasi ini juga memungkinkan konsumen membuat penawaran dan menyelesaikannya di satu interface terintegrasi.

Berkat berbagai kemudahan yang ditawarkan, bisa jadi dalam waktu dekat, Shopify akan mengembangkan aplikasi ini sehingga memungkinkan terjadinya komunikasi langsung  antara konsumen dengan pihak toko. Dengan demikian, pembeli bisa memberikan feedback atau tanggapan atas produk atau jasa yang dibeli. Shopify memiliki data konsumen dan mereka memiliki merchant. Penggabungan keduanya pastinya akan memberikan nilai tambah.

baca juga  5 Tips Mengawali Bisnis Toko Mainan Anak

Industri Jasa Pembayaran: Peran Industri Fashion dan Kecantikan

Industri fashion dan kecantikan bisa jadi menjadi penentu siapa yang menang dan siapa yang kalah dalam perang untuk mendominasi di industri jasa pembayaran ini. Jika dilihat dari perspektif demografis, kaum millenial dan Gen Z saat ini mencakup lebih 60% dari penduduk dunia. Generasi ini akan membentuk dan mempengaruhi perekonomian global dalam beberapa dekade ke depan, dan kebiasaan mereka pastinya berbeda dari kebiasaan generasi sebelumnya.

Lalu, kemana mereka menggunakan uangnya? Mungkin tidak mengejutkan jika 47% kaum millenial dan 41% Gen Z menggunakan uangnya untuk membeli barang-barang fashion setiap minggu. Setidaknya, inilah yang ditemukan dalam sebuah survey oleh Afterpay. E-commerce fashion dunia diproyeksikan akan mencapai $713 milyar hingga di Tahun 2022, sehingga industri ini menjadi sektor yang tumbuh paling cepat di dunia, dengan tingkat pertumbuhan tahunan mencapai 10.6%. Ini adalah peluang pasar yang sangat besar, terutama jika perilaku berbelanja kedua generasi ini dipadukan.

Meski demikian, industri fashion can kecantikan sangat bergantung kepada ekspektasi konsumen. Menurut sebuah survey, 63% konsumen mengharapkan personalisasi sebagai suatu layanan standard, terutama di industri fashion, di mana penawaran produk terjadi sangat luas. Industri ini juga dipenuhi sejumlah tugas-tugas rumit, seperti proses sortir pakaian hingga pengaturan persediaan.

baca juga  Inilah Peluang Bisnis Dari Hobi Yang Cukup Menjanjikan

Lalu, bagaimana caranya agar para pelaku di industri jasa pembayaran ini bisa memenangkan pertarungan yang sengit ini?

Industri Jasa Pembayaran: Strategi Memenangkan Pertarungan

Agar menang, anda harus memberikan pelayanan yang berpusat pada konsumen (consumer-centric). Menjadi destinasi e-commerce satu atap (one-stop) adalah tujuan akhir dari para pemain di industri jasa pembayaran ini. Mereka ingin menciptakan suatu tempat di mana perjalanan para shopper terjadi, mulai dari mencari produk, komunikasi, pembelian, hingga penyelesaian transaksi, dan bahkan feedback pasca-transaksi.

Dalam jangka panjang, kunci sukses di industri ini adalah berhasil menarik perhatian Gen Z. Berdasarkan sejumlah riset yang dilakukan kepada konsumen, generasi ini tidak begitu menyukai banyak aplikasi, dan mereka akan mencari marketplace yang menawarkan brand-brand favorit. Dengan demikian, platform sentralistik seperti Shopify Shop memiliki nilai lebih. Selain itu, mereka juga lebih suka berbelanja di satu toko di mana mereka juga bisa melihat apa yang dibeli teman mereka, dan mereka bisa berkomunikasi langsung dengan pemilik brand. Untuk itu, platform seperti Facebook, Venmo, Instagram dan sejenisnya dinilai cocok.

 

Written by Andre Herlambang

Seorang pemerhati bisnis yang sangat mengidolakan bill gates, saat ini masih belajar merintis bisnis, baik bisnis online maupun bisnis offline. Sangat tertarik dengan trading saham, dan Selalu membaca berita seputar Bursa Efek Indonesia setiap pagi...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

aturan hukum Blockchain

Aturan Hukum Blockchain: Ketidakpastian Dibalik Ketertinggalan

Kapan Jam atau Waktu Trading yang Tepat

Kapan Jam atau Waktu Trading yang Tepat?