in

Persaingan di Industri Jasa Pembayaran Semakin Panas: Part 1

Anda mungkin belum menyadarinya, namun sebuah perang sedang terjadi di dunia e-commerce. Ketika penetrasi e-commerce berlangsung sangat cepat tahun ini, persaingan untuk mendominasi di industri ini semakin memanas. Anda mungkin berfikir bahwa perang tersebut dilakukan oleh platform e-commerce dan penyedia jasa, namun pertarungan yang sebenarnya adalah antara perusahaan yang bermain di industri jasa pembayaran. Lebih mengejutkan lagi, mereka tidak bersaing untuk menawarkan jasa pembayaran yang tercepat dan bebas masalah. Justru mereka bersaing untuk menarik perhatian konsumen.

Mungkin, muncul sebuah pertanyaan, mengapa para pelaku di industri jasa pembayaran berada di tengah-tengah peperangan ini? Perusahaan-perusahaan ini sedang berada di timbunan harta karun data yang mungkin sangat berguna. Misalnya, data yang telah mereka kumpulkan tentang perilaku dan kebiasaan berbelanja konsumen bisa jadi sangat bermanfaat. Namun, data tersebut juga bisa digunakan untuk memperkirakan permintaan pasar, sehingga mereka bisa mendapatkan keunggulan kompetitif di mana konsumen mereka, yakni para pedagang, seller, atau merchant.

industri jasa pembayaran

Persaingan di Industri Jasa Pembayaran: Contoh Kasus

Tidak mengherankan jika banyak perusahaan jasa pembayaran sedang bereksperimen dan bertaruh tentang funsionalitas e-commerce belakangan ini. Misalnya adalah beberapa perusahaan berikut:

Klarna

Klarna baru-baru ini meluncurkan sebuah app di mana konsumen tidak hanya bisa melihat riwayat pembelian dan pembayaran, namun juga bisa menggunakan sebuah browser built-in untuk membeli produk tertentu menggunakan kartu virtual dari Klarna, dari merchant yang merupakan mitra Klarna atau tidak. Dengan sistem ini, konsumen menikmati pengalaman yang menyenangkan.

Venmo

Perusahaan ini yang sedang berupaya memperluas penawarannya lebih dari sekedar jasa pembayaran. Venmo baru-baru ini melakukan uji launching untuk bisnis. Feature ini memungkinkan pedagang-pedagang kecil untuk membangun sebuah halaman profil yang profesional memuat informasi contact seperti alamat, nomor telepon, website, dan sebagainya.

Tujuannya adalah untuk membantu pedagang-pedagang kecil membangun suatu komunitas dan memperkenalkan brand mereka melalui elemen-elemen sosial milik Venmo, seperti halnya feed dan search. Misalnya, pengguna bisa menemukan bisnis baru di wilayah mereka dari riwayat pembelian yang dibagikan oleh oleh teman-teman mereka di feed media sosial milik Venmo.

Afterpay

Perusahaan jasa pembayaran ini menggunakan pendekatan yang berbeda. Mereka baru-baru ini meluncurkan sebuah produk yang memungkinkan konsumen memilih layanan “Buy Now, Pay Later” sebagai salah satu pilihan, di setiap toko retail mitra Afterpay tanpa biaya atau bunga tambahan. Dengan fitur ini, Afterpay saat ini juga bisa mengumpulkan informasi tentang kebiasaan berbelanja konsumen dalam dunia nyata dan mengaitkannya dengan informasi yang sudah mereka peroleh dari perilaku digital konsumen.

Afterpay juga meluncurkan rekomendasi-rekomendasi personal untuk konsumen berdasarkan merchant yang ada di platform Afterpay. Ini adalah langkah lain untuk menjadi destinasi belanja satu-atap (one-stop).

Persaingan Industri Jasa Pembayaran di Belahan Dunia Lainnya

Ternyata, trend pembayaran yang meluas ke e-commerce ini tidak hanya terjadi di Amerika Serikat, namun juga ke Amerika Serikat dan Eropa. Di Cina, WeChat dan AliPay telah lama melakukannya, dan sepertinya ini telah menjadi satu pasar yang baru muncul. Demikian juga di Kazakhstan. Sebuah provider pembayaran digital, Kaspi.kz, adalah contoh yang menarik. Layaknya para pemain lain di industri jasa pembayaran, Kaspi.kz mengawali bisnisnya sebagai sebuah tool untuk melakukan transaksi peer-to-peer, untuk pembayaran tagihan bulanan dan layanan harian lainnya.

Saat ini, platform ini menjadi jasa pembayaran digital paling populer di Kazakhstan, di mana Kaspi.kz menguasai 65% pangsa pasar pembayaran digital. Ekspensi yang dilakukan perusahaan ke e-commerce dipandang sebagai suatu perkembangan yang natural. Pada intinya, kemampuan untuk menyediakan sistem pembayaran yang bebas masalah adalah kunci sukses setiap bisnis e-commerce. Menurut survey terbaru, saat ini Kaspi.kz menempati posisi no. 1 di Kazahstan, karena menguasai 46% pangsa pasar e-commerce.

Written by Andre Herlambang

Seorang pemerhati bisnis yang sangat mengidolakan bill gates, saat ini masih belajar merintis bisnis, baik bisnis online maupun bisnis offline. Sangat tertarik dengan trading saham, dan Selalu membaca berita seputar Bursa Efek Indonesia setiap pagi...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peluang Usaha Bisnis Reseller Dropship Baju Online

Peluang Usaha Bisnis Reseller Dropship Baju Online

Bisnis Modal Kecil Untung Besar

Bisnis Modal Kecil Untung Besar